Kenali Kartini Sampai Tuntas!

Kartini adalah perempuan yang terlahir dari kalangan priyayi Jawa pada tanggal 21 April 1879. Ia putri dari Bupati Jepara Raden Mas Sosroningrat dari istri pertamanya, namun bukan yang utama. Artinya ketika menikah dengan ibunda Kartini yakni M.A. Ngasirah ia masih menjabat sebagai seorang wedana di Mayong. Seiring berjalannya waktu R.M. Sosroningrat diangkat menjadi Bupati, namun peraturan kolonial ......

Senin, 23 Juli 2012

Mengapa Aku Mencintai KAMMI

oleh: Ditta Widya Utami “Orang bijak berkata... bahwa mencintai itu tak butuh alasan.” Jumat, 24 Juni 2011. Semua barang sudah disiapkan. Dicek untuk terakhir kalinya, kemudian melaju ke kampus Unisba. Daurah Marhalah I. Saat itu, diri ini memang belum mengerti kegiatan seperti apa dan untuk apa DM I itu. Di perjalanan, terlintas peristiwa beberapa tahun silam ketika seorang teman mengajak untuk masuk KAMMI. Tingkat tiga akhir untuk seorang mahasiswa angakatan 2008. Sudah terlambatkah? Pertanyaan itu kian berulang. Hanya tak mengerti,...

Selasa, 19 Juni 2012

KAMMI SEHATI

oleh Evie Aprilianty (Mahasiswa Pendidikan Sejarah 2011, Alumni TDO 2012 KAMMI UPI) Training Dasar organisasi yang diadakan pada tanggal 26-27 Mei 2012 di Taman Firdaus dengan tema ‘ Membangun Profesionalisme Kader yang Berwatakan Pemimpin Islam Menuju Peradaban yang Ideal’ lalu menyisakan kesan tersendiri. Saya adalah salah satu pesertanya, awalnya memang saya merasa agak malas untuk ikut, karena hari senin akan ada Praktikum...

Sabtu, 16 Juni 2012

“Terhukum, Tanpa Pengadilan Tanpa Penjara”

Oleh : Afrili Suyari* Bismillahirrahmannirrahiim,  Imam Ghazali pernah bertuah “Kesungguhan cinta membuat seseorang memilih ucapan kekasihnya daripada ucapan orang lain, memilih duduk bersama kekasihnya daripada duduk bersama orang lain, dan memilih ridho kekasihnya daripada ridho yang lainnya”, nampaknya kalimat bijak ini tidak berlaku pada orang yang satu ini. Seseorang yang kebetulan telah berada di KAMMI selama satu tahun lebih...

Senin, 21 Mei 2012

Revitalisasi Peran Muslimah KAMMI Menyongsong Kebangkitan Indonesia

Apakah kalian kenal dengan bunda Khadijah, Aisiah, Ummu Sulaim, Siti Aisyah, Fatimah, atau Sumayah? Wanita-wanita ini telah hidup di zaman kenabian. Mereka memiliki karakter yang luar biasa sehingga patut dijadikan teladan bagi muslimah akhir zaman. Seperti kata Aa Gym : amati, tiru, dan modifikasi. Zainab al-Ghazali al-Jabili, Ketua Umum Jamaah Muslimat (dibentuk sekitar tahun 1936) pun telah menjadi salah satu sosok yang patut diteladani, terutama dalam pergerakan beliau untuk menyatukan ummat (khususnya akhwat) dalam melawan rezim Gamal...

Daurah Marhalah: Sebuah Rekayasa Peradaban Islam

Oleh: Yoga Yulianto “Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih?; (Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya.” (61:11-12) Teringat dari analisa seorang ulama besar abad ini, Yusuf Qaradhawi, mengingat Indonesia dengan segenap potensi besarnya, adalah secercah harapan yang menjadi pioner bangkitnya kembali peradaban yang penuh dengan kemuliaan,...

Resolusi Pendidikan 2012: Rajutan Harapan untuk Indonesia yang Bermartabat

 Oleh Yoga Yulianto - Wakil Ketua Departemen Kajian Strategi PK KAMMI UPI Agustus 1945, bulan dimana Bom atom yang diluncurkan oleh tentara sekutu kepada dua kota besar di jepang, yakni hiroshima dan nagasaki, seketika meluluhlantakkan seluruh isi kota dan sangat meruntuhkan moral juang prajurit negeri matahari terbit. Dengan segala pertimbangan yang dilakukan, maka tak lama setelah itu jepang menyatakan diri untuk menyerah tanpa syarat kepada tentara sekutu pada perang dunia ke-2. Bangsa Jepang yang dengan kekalahannya tersebut, mulai...

Wajah Pers Indonesia

Wajah Pers Indonesia Oleh Ermawati      Merefleksikan momentum Hari Pers Nasional (HPN) pada tanggal 9 februari 2012, jika dilihat dari sejarahnya ternyata sudah begitu panjang perjalanan pers nasional hingga zaman pasca reformasi ini, walaupun masih banyak yang tidak setuju jika HPN diperingati tanggal 9 februari  karena masih dipertanyakan keabsahannya. seperti yang diberitakan kompas 10 februari 2011, Mantan Ketua AJI Palu periode 2003-2005, Jafar G Bua mengutip dari penelusuran budayawan Taufik Rahzen mengatakan...